//
you're reading...
Every Heart

Kota Jiwa Senyap


Ada jiwa-jiwa dalam senyap yang berusaha menyapaku tadi pagi. Tetapi semuannya masih kerucut, ada jiwa-jiwa yang menatap langit dengan tajam, ada jiwa-jiwa yang menatap jiwa-jiwa yang lain. Burung berkicau sangat pelan pagi ini, seakan mereka enggan menyapa langkahku, derit-derit pintu di rumah sebelah semakin lantang memecah kesunyian. Rasanya masih sumpek, aku masih belum mampu. Lampu-lampu kerucut kota malam ini semakin pudar, orang-orang kota ini seakan berseerakan dan pudar. Masih kuingat tatapan nanar muka tanpa dosa gadis di bawah lampu kerucut kota malam ini, rasa ini, menuntun berjalan nun jauh menembus batas-batas dunia. Aku melihat semua menjadi pudar dan mengering, aku melihat aku yang lainnya, aku melihat dunia yang pudar. Manisku. Aku menatap lorong-lorong panjang dihadapanku, mereka mengeluarkan aura mencekram, lorong-lorong panjang yang begitu menyeramkan. Aku melihat diriku dalam keadaan yang mengenaskan hanya sedikit yang aku kenakan, hanya sedikit yang kau suarakan, hanya sedit yang aku citakan, namun terlalu banyak yang aku impikan. Malam ini gamang, suara bagai gemuruh bertebaran diseluruh penjuru kota, suara apa ini. Seakan aku tidak asing mesera suara gamang ini, kutajamkan telingaku, kupicingkan mataku menjejaki seluruh sudut kota, namun sembari lama aku mencari tak jua aku temukan pemilik suara gamang itu. Jantungku berdetak, rasa aneh nun jauh.

Advertisements

About eross.delta

I want change the world

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: